Sebagai informasi, Astra sebelumnya menghentikan share buyback lebih cepat dari jadwal 30 Januari 2026 menjadi 16 Januari 2026. Keputusan ini mencerminkan agresifivitas perseroan dalam mengeksekusi buyback saham.
Emiten konglomerasi tersebut meborong 305,21 juta saham ASII di pasar dan menghabiskan dana Rp2 triliun, sesuai rencana. Dengan kata lain, Astra kembali menyiapkan dana Rp2 triliun untuk melakukan buyback saham.
Aksi buyback saham tersebut dimungkinkan mengingat kondisi likuiditas dan permodalan Astra sangat kuat. Hingga 30 September 2025, posisi kas dan setara kas Astra mencapai Rp54,7 triliun dengan ekuitas menembus Rp227 triliun.
Harga saham ASII terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Dalam setahun terakhir, harganya naik hampir 50 persen menjadi Rp7.050 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp285,4 triliun.
(Rahmat Fiansyah)