CGSI pun mempertahankan rekomendasi neutral untuk sektor perkebunan.
Menurut mereka, dukungan dari program B50 dan potensi kenaikan harga CPO akibat risiko El Niño masih diimbangi oleh ketidakpastian implementasi Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta potensi peningkatan persediaan CPO pada paruh kedua tahun ini.
“Meski El Niño berpotensi mendorong kenaikan harga CPO dengan mengganggu produksi, dampaknya biasanya baru baru terlihat setelah beberapa waktu,” tulis analis CGSI.
Di tengah kondisi tersebut, CGSI tetap menjadikan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebagai pilihan utama berkat produktivitas kebun yang tinggi, posisi kas bersih yang kuat, serta potensi imbal hasil dividen yang menarik.
Ke depan, sektor perkebunan berpeluang memperoleh sentimen positif apabila harga CPO terus menguat, implementasi DSI semakin jelas, dan penyerapan biodiesel melampaui ekspektasi.
Sebaliknya, pelemahan ekspor, meningkatnya persediaan CPO, serta potensi tambahan pungutan dalam skema DSI menjadi risiko yang dapat menekan prospek sektor ini. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.