Nafan menilai kemampuan Bank Mandiri membagikan dividen di tengah ekspansi kredit menunjukkan perseroan memiliki ruang permodalan yang memadai untuk menjalankan ekspansi sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Menariknya, sepanjang kalender 2026, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp50,63 triliun atau setara Rp542,95 per saham. Jumlah tersebut terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.
Besarnya distribusi tersebut membuat BMRI memiliki daya tarik baik dari sisi pendapatan melalui dividen maupun potensi pertumbuhan harga saham.
“Pembagian dividen interim juga berpotensi meningkatkan investor confidence dan menjaga daya tarik BMRI bagi investor institusi maupun ritel,” kata Nafan.
Dari sisi fundamental, Nafan masih melihat prospek BMRI positif. Pertumbuhan kredit dua digit, ekspansi ke sektor produktif, serta kemampuan menjaga kualitas aset dan likuiditas menjadi katalis utama bagi kinerja perseroan.