IDXChannel – Harga minyak mentah Brent menembus USD100 per barel pada Rabu (9/9/2026), sekaligus mencatat level penutupan tertinggi sejak akhir Mei.
Kenaikan terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyerang kapal tanker dalam gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran sejak perang dimulai, sehingga meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah semakin parah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup melonjak 3,4 persen menjadi USD101,21 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi USD101,58 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 3,25 persen menjadi USD96,05 per barel. Kedua harga acuan tersebut ditutup di level tertinggi sejak 22 Mei.
Sejak akhir Mei, harga minyak umumnya bergerak jauh di bawah ambang psikologis USD100 per barel karena pasar memperkirakan konflik tetap berlangsung dengan intensitas rendah.