AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Bangun Pusat Data, Indointernet (EDGE) Beli Dua Lahan Tanah Rp241,7 M

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 21 April 2021 10:49 WIB
PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet telah melakukan pembelian aset berupa dua lahan seluas 6 ribu meter persegi di Kuningan, Jakarta Selatan.
Bangun Pusat Data, Indointernet (EDGE) Beli Dua Lahan Tanah Rp241,7 M. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet telah melakukan pembelian aset berupa dua lahan seluas 6 ribu meter persegi di Kuningan, Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan oleh manajemen dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/4/2021). 

Manajemen menyebutkan pembelian lahan tersebut dilakukan melalui anak usaha perusahaan, PT Ekagrata Data Gemilang pada tanggal 15 April 2021. 

Dana untuk pembelian aset tersebut sebesar Rp241,7 miliar, Lebih lanjut ia menerangkan, lahan tersebut dibeli dari PT Sentragraha Sentosa. Rencananya, lahan itu akan dibangun pusat data digital. 

Perseroan saat ini berada dalam proses pembangunan Edge Data Center, yang memerlukan tanah yang berlokasi di titik persimpangan berlatensi rendah di dalam wilayah pusat kota DKI Jakarta, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak tanah yang dijual di bawah harga pasar, sehingga saat ini merupakan moment yang tepat untuk membeli lahan dari pihak tidak terafiliasi itu. 

Hal itu diperkuat oleh hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik yang menyebut nilai pasar tanah tersebut pada tanggal 24 Februari 2021 sebesar Rp448,68 miliar. Dengan demikian, perseroan mendapat diskon 53,8 persen dari harga pasar tanah tersebut.

Namun, nilai transaksi itu tergolong material, karena setara 25,97 persen dari ekuitas perseroan, yang tercatat sebesar Rp930,83 miliar. Perseroan juga menegaskan, transaksi ini mengurangi kas, tapi pada sisi lain akan meningkatkan nilai aset. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD