AALI
10050
ABBA
410
ABDA
0
ABMM
1555
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1130
ADMF
7950
ADMG
238
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2040
AGRO-R
0
AGRS
206
AHAP
64
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
230
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
750
AKRA
4660
AKSI
472
ALDO
725
ALKA
240
ALMI
238
ALTO
296
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
515.52
0.05%
+0.28
IHSG
6642.01
0.14%
+9.03
LQ45
969.29
0.12%
+1.13
HSI
26090.25
0.28%
+72.72
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,819
USD/IDR 14,160
Emas
813,457 / gram

Bank Syariah Indonesia Masuk Komposisi 10 Besar Emiten Kapitalisasi Pasar Terbesar

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 25 Februari 2021 08:45 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan kode saham BRIS beranjak masik ke dalam daftar 10 emiten dengan kapitalisasi pasar di BEI.
Bank Syariah Indonesia Masuk Komposisi 10 Besar Emiten Kapitalisasi Pasar Terbesar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan kode saham BRIS beranjak masik ke dalam daftar 10 emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar merupakan nilai pasar dari hasil perkalian harga saham per lembar dengan jumlah saham yang ada dalam perusahaan. 

Berdasarkan data dari Equity Daily Trading Publication Bursa Efek Indonesia (BEI) per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp115 triliun. Angka kapitalisasi pasar ini mengalami kenaikan dibandingkan pada saat BRIS melakukan IPO sebesar Rp4,96 triliun. 

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, berharap dengan masuknya BSI sebagai 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar Bursa Efek Indonesia, bisa menjadikan saham BRIS primadona.

"Selain itu kami berharap prestasi ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah untuk melantai di bursa,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).

Adapun harga saham BRIS per tanggal 24 Februari 2021 adalah Rp2.820 atau naik hampir lima kali lipat dibandingkan pada saat IPO sebesar Rp510 rupiah per saham. Jumlah saham BRIS setelah penggabungan tercatat sebesar 41 miliar saham.

Sebagai bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, Bank Syariah Indonesia merupakan bank dengan total aset terbesar ketujuh di Indonesia yaitu sebesar Rp240 triliun. Total pembiayaan BSI sampai Desember 2020 mencapai Rp157 triliun dengan total DPK sebesar Rp210 triliun.

Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.300 jaringan kantor, sekitar 2.400 jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bank Syariah Indonesia berkomitmen menjadi lembaga perbankan yang modern dan inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip syariah. 

"Selain itu, Bank Syariah Indonesia juga berkomitmen menjadi bank yang dipilih nasabah karena memiliki produk yang kompetitif dan layanan yang prima sesuai dengan kebutuhan nasabah," ucap Hery.

BSI dijalankan sesuai dengan prinsip maqashid syariah yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta. BSI tidak hanya fokus untuk menggarap commercial finance tetapi juga social finance.

Optimalisasi pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) menggunakan metode digital merupakan salah satu strategi Bank BSI untuk memberikan kemudahan sekaligus manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.

Komposisi pemegang saham Bank Syariah Indonesia saat ini adalah adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 50,95 persen; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) 24,91 persen; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,29 persen; DPLK BRI 1,83 persen;  BNI Life Insurance 0,01 persen dan Public 5,01 persen. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD