Investor juga akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik, mulai dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan mencapai 5,3 persen secara tahunan, inflasi Juli sebesar 3,3 persen secara tahunan dibandingkan 3,24 persen pada bulan sebelumnya, hingga data neraca perdagangan.
Rangkaian data tersebut akan menjadi acuan dalam membaca arah perekonomian nasional dan kebijakan Bank Indonesia (BI) ke depan.
Di sisi eksternal, perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Meskipun peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi mulai meningkat, lonjakan harga minyak Brent sekitar 24 persen sepanjang Juli tetap berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan memengaruhi sentimen investor.
Selain itu, pasar juga menunggu perkembangan proses penunjukan Gubernur BI yang baru.
Investor akan mencermati proses fit and proper test dengan fokus pada kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, serta independensi BI. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.