Hendra juga memproyeksikan bahwa nilai dividen interim untuk tahap berikutnya diperkirakan akan tetap konsisten dengan jumlah nominal yang sama, sejauh fundamental keuangan perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga Perseroan mampu membukukan kinerja positif hingga tiga bulan pertama 2026. Kami bersyukur dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun buku 2026 ini. Hal ini menjadi terobosan baru bagi Perseroan, dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang senantiasa bersama kami,” ujar Hendra Lembong dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (7/6/2026).
Berdasarkan laporan kinerja per Maret 2026, BCA sukses mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga mencapai angka Rp994 triliun. Performa pembiayaan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat, di mana raihan dana giro dan tabungan (CASA) menyentuh Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2 persen secara YoY. Adapun akumulasi laba bersih BCA beserta entitas anak pada triwulan pertama tahun ini dilaporkan menembus Rp14,7 triliun.
Dividen interim termin pertama ini nantinya akan diperhitungkan kembali dengan akumulasi total dividen final tahun buku 2026. Mekanisme distribusi final tersebut tetap harus menunggu keputusan resmi melalui persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan yang akan diselenggarakan pada 2027 mendatang. (Wahyu Dwi Anggoro)