Tekanan juga terlihat pada duo emiten Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Kenaikan saham lapis ketiga dinilai tidak lepas dari faktor likuiditas yang relatif terbatas, sehingga pergerakannya lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek.
Di sisi lain, faktor spesifik emiten turut menopang pergerakan. ESIP menunjukkan lonjakan signifikan pada kuartal I-2026. Laba tahun berjalan tercatat melonjak sekitar 241 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,72 miliar, dari Rp502,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi top line, penjualan perseroan tumbuh lebih moderat, naik sekitar 4,03 persen menjadi Rp14,72 miliar, dibandingkan Rp14,15 miliar pada kuartal I-2025.
Sementara itu, perbaikan kinerja terutama ditopang efisiensi biaya. Beban pokok penjualan tercatat turun sekitar 7,75 persen menjadi Rp11,92 miliar, dari Rp12,92 miliar pada periode sebelumnya.