Berdasarkan sektor usaha, dua perusahaan berasal dari sektor healthcare, sedangkan masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor basic materials dan consumer non-cyclicals. Komposisi tersebut mencerminkan masih tingginya minat perusahaan sektor kesehatan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi usaha.
Selain pipeline IPO, BEI juga mencatat aktivitas penghimpunan dana melalui instrumen obligasi dan sukuk (Efek Bersifat Utang dan Sukuk/EBUS) yang masih cukup tinggi. Hingga 17 Juli 2026 telah diterbitkan 114 emisi dari 62 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp103,86 triliun.
Di sisi lain, masih terdapat 11 emisi dari sembilan penerbit yang berada dalam pipeline penerbitan EBUS, dengan sektor energi menjadi kontributor terbesar.
Sementara itu, pada aksi korporasi rights issue, hingga pertengahan Juli 2026 tercatat sebanyak 15 perusahaan telah menghimpun dana sebesar Rp10,69 triliun. Saat ini hanya tersisa satu perusahaan dari sektor properti dan real estat yang masih berada dalam pipeline rights issue BEI.
(kunthi fahmar sandy)