Adapun sumber pembayaran kembali kredit berasal dari kegiatan operasional perusahaan dan sejumlah anak usaha yang dapat membagikan dividen. Di mana sumber pembayaran hanya berasal dari bisnis batu bara yang dimiliki debitur dan kelompok usahanya.
Untuk mengantisipasi risiko, BMRI juga melakukan uji sensitivitas terhadap kemampuan pembayaran perusahaan, termasuk dengan memperhitungkan perubahan harga dan produksi batu bara.
Bank Mandiri juga menerapkan mekanisme pemantauan penggunaan kredit melalui kewajiban penyampaian laporan aktivitas usaha secara berkala sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pembiayaan.
"Telah dilakukan pengujian analisa sensitivitas terhadap kemampuan membayar perusahaan antara lain terhadap pergerakan harga batu bara dan produksi batu bara dari debitur dan group usaha," ujar manajemen BMRI.
Manajemen BMRI menegaskan, fasilitas kredit Jhonlin Baratama dijamin dengan aset tetap dan aset non-tetap, termasuk saham JARR dan PGUN yang merupakan perusahaan afiliasi, serta rekening perusahaan.