sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BEI Soroti Rencana Buyback LPKR Rp250 Miliar, Ini Respons Manajemen

Market news editor Desi Angriani
14/04/2026 18:30 WIB
LPKR akan membeli kembali hingga 3.289.473.684 saham atau setara dengan 4,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
BEI Soroti Rencana Buyback LPKR Rp250 Miliar, Ini Respons Manajemen (Foto: dok Freepik)
BEI Soroti Rencana Buyback LPKR Rp250 Miliar, Ini Respons Manajemen (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti langkah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai Rp250 miliar.

Dalam rencana tersebut, LPKR akan membeli kembali hingga 3.289.473.684 saham atau setara dengan 4,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Manajemen LPKR menjelaskan, aksi korporasi ini dilandasi keyakinan bahwa nilai intrinsik dan prospek jangka panjang perseroan belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini.

Per Selasa (14/4/2026) saham LKPR berada di harga Rp88 atau mencatatkan koreksi 10,20 persen dalam tiga bulan terakhir.

Selain itu, buyback juga merupakan bagian dari strategi pengelolaan nilai (value management) yang dilakukan secara prudent dan terukur, dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kinerja fundamental perseroan.

“Pelaksanaan buyback diharapkan dapat menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan,” tutur manajemen dalam surat kepada Bursa, Selasa (14/4/2026).

Dalam jangka panjang, buyback dinilai dapat memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan secara optimal serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Manajemen menegaskan, buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kemampuan perseroan dalam membiayai belanja modal maupun rencana ekspansi.

Hal ini didukung oleh kondisi kas internal, arus kas operasional, serta perencanaan belanja modal yang telah diperhitungkan secara matang.

"Seluruh rencana strategis akan dijalankan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas, sejalan dengan dinamika kondisi pasar," kata manajemen.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement