“Pelaksanaan buyback diharapkan dapat menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan,” tutur manajemen dalam surat kepada Bursa, Selasa (14/4/2026).
Dalam jangka panjang, buyback dinilai dapat memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan secara optimal serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Manajemen menegaskan, buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kemampuan perseroan dalam membiayai belanja modal maupun rencana ekspansi.
Hal ini didukung oleh kondisi kas internal, arus kas operasional, serta perencanaan belanja modal yang telah diperhitungkan secara matang.
"Seluruh rencana strategis akan dijalankan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas, sejalan dengan dinamika kondisi pasar," kata manajemen.
(DESI ANGRIANI)