“Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang kuat untuk mendukung pembiayaan transaksi ini bersamaan dengan kegiatan usaha,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/4/2026).
Manajemen menambahkan, kinerja keuangan PSSI solid, tercermin dari arus kas yang dihasilkan yang melebihi kebutuhan untuk menjaga pertumbuhan bisnis.
Selain itu, tingkat leverage perseroan juga berada dalam kondisi yang sehat, bahkan masih membuka ruang untuk peningkatan jika diperlukan.
Melalui aksi buyback ini, perseroan berharap dapat meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola struktur permodalan secara lebih efisien serta mendorong peningkatan kinerja keuangan seperti laba per saham (EPS) dan pengembalian atas ekuitas (ROE) secara berkelanjutan.
(DESI ANGRIANI)