Tak hanya itu, langkah komunikasi ini juga sejalan dengan visi Perseroan yang memang ingin melebarkan sayap ke luar pasar domestik.
Upaya penguatan dan pelebaran sayap tersebut dilakukan melalui berbagai kolaborasi strategis, termasuk peluang ekspansi global. Namun, diakui Nanang bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang dapat diumumkan ke publik dan juga pemegang saham.
Langkah klarifikasi ini sengaja disampaikan Nanang sebagai bentuk kepatuhan Manajemen BAIK terhadap regulasi pasar modal, setelah sebelumnya sempat dipanggil oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk dimintai keterangan terkait pergerakan saham dan rumor yang beredar liar di pasar.
"Kami dari Manajemen BAIK menegaskan komitmen untuk selalu patuh pada aturan pasar modal, menjaga transparansi tata kelola ekosistem logistiknya, dan akan segera merilis keterbukaan informasi jika terdapat perkembangan material lebih lanjut," ujar Nanang.
Hingga saat ini, Nanang menjelaskan, belum ada ikatan resmi dalam bentuk perjanjian hitam di atas putih maupun konfirmasi terkait kesepakatan akuisisi konkret dengan pihak mana pun, termasuk Nestlé Indonesia.