Adapun serapan pasar lahan industri perseroan pada tahun 2025 didominasi oleh investasi produktif dari sektor makanan, minuman, logistik, pergudangan, otomotif, serta beberapa industri lainnya.
Tren pemulihan performa operasional perseroan terpantau terus berlanjut hingga periode kuartal pertama tahun 2026 dengan perbaikan kinerja yang signifikan dibanding tahun lalu.
Dari sisi keuangan, BEST membukukan lonjakan pendapatan hingga 100 persen secara tahunan menjadi Rp90 miliar pada kuartal pertama 2026, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar.
Kenaikan pendapatan ini ditopang secara dominan oleh kontribusi penjualan lahan industri serta pertumbuhan pendapatan berulang yang merangkak naik dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar. Untuk menjaga kestabilan ini, perseroan berkomitmen mengelola pertumbuhan bisnis sewa yang relatif stabil dari tahun ke tahun melalui aktivitas tenant serta penyediaan layanan kawasan.
Dari aspek profitabilitas, laba kotor perseroan terkerek naik dari Rp25 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi Rp58 miliar pada kuartal pertama 2026, yang ikut mengatrol margin laba kotor dari 56 persen menjadi 65 persen. Kinerja positif ini juga diiringi oleh pencapaian EBITDA yang berhasil membalikkan keadaan menjadi positif Rp31 miliar pada kuartal I-2026, setelah sempat terjerembab di zona negatif sepanjang tahun 2025.