sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BEST Putuskan Kembali Tak Bagi Dividen demi Perkuat Modal

Market news editor Rohman Wibowo
18/06/2026 13:16 WIB
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) memutuskan tidak membagikan dividen dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. Langkah ini semakin memperpanjang emiten pengembang kawasan industri absen membagikan dividen sejak 2019.

Keputusan ini diambil sebagai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).

Perseroan menekankan langkah menahan dividen kali ini sebagai upaya memperkuat permodalan demi mengakselerasi ekspansi bisnis perseroan di tengah pesatnya kebutuhan lahan industri modern.

"Telah disetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp35 militar dengan rincian di mana tahun ini perseroan belum membagikan dividen, atau seluruh laba yang ditahan dan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan," ujar Head of Corporate Finance & Investor Relations BEST, Rika Mandasari dalam Public Expose di Cikarang, Jawa Barat.

Sepanjang tahun 2025, BEST membukukan penjualan lahan industri seluas 15 hektare (ha) dengan torehan nilai marketing sales mencapai Rp422 miliar.  Realisasi tersebut melampaui capaian tahun 2024 yang mencatatkan penjualan lahan seluas 13 ha dengan nilai investasi Rp405 miliar. 

Adapun serapan pasar lahan industri perseroan pada tahun 2025 didominasi oleh investasi produktif dari sektor makanan, minuman, logistik, pergudangan, otomotif, serta beberapa industri lainnya.

Tren pemulihan performa operasional perseroan terpantau terus berlanjut hingga periode kuartal pertama tahun 2026 dengan perbaikan kinerja yang signifikan dibanding tahun lalu. 

Dari sisi keuangan, BEST  membukukan lonjakan pendapatan hingga 100 persen secara tahunan menjadi Rp90 miliar pada kuartal pertama 2026, naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar. 

Kenaikan pendapatan ini ditopang secara dominan oleh kontribusi penjualan lahan industri serta pertumbuhan pendapatan berulang yang merangkak naik dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar. Untuk menjaga kestabilan ini, perseroan berkomitmen mengelola pertumbuhan bisnis sewa yang relatif stabil dari tahun ke tahun melalui aktivitas tenant serta penyediaan layanan kawasan.

Dari aspek profitabilitas, laba kotor perseroan terkerek naik dari Rp25 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi Rp58 miliar pada kuartal pertama 2026, yang ikut mengatrol margin laba kotor dari 56 persen menjadi 65 persen. Kinerja positif ini juga diiringi oleh pencapaian EBITDA yang berhasil membalikkan keadaan menjadi positif Rp31 miliar pada kuartal I-2026, setelah sempat terjerembab di zona negatif sepanjang tahun 2025. 

Perbaikan EBITDA ini secara langsung merefleksikan adanya peningkatan aktivitas operasional di kawasan industri perseroan serta kedisiplinan manajemen dalam mengendalikan biaya operasional secara ketat.

Pembenahan aspek manajerial dan efisiensi biaya yang ketat di tingkat operasional kini mulai membuahkan hasil nyata pada neraca laba rugi perseroan. Capaian positif ini sekaligus menandai titik balik perseroan setelah sempat didera tekanan keuangan yang cukup berat pada tahun lalu.

"Sementara itu, laba bersih juga menunjukkan pemulihan yang signifikan dari rugi bersih sebesar Rp33 miliar pada kuartal pertama tahun lalu, pada tahun ini perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp9 miliar," kata Rika.

Pulihnya kinerja laba bersih tersebut turut mendorong margin bersih perseroan naik dari posisi negatif 73 persen menjadi positif 10 persen pada awal tahun ini. Pembalikan performa keuangan BEST pada kuartal pertama tahun 2026 ini merefleksikan kedisiplinan perseroan dalam menjaga stabilitas bisnis sewa, mengelola beban pembiayaan secara terukur, serta mempertahankan daya saing pemasaran lahan industri. 

Menatap sisa tahun ini, perseroan berkomitmen penuh untuk menggenjot volume penjualan lahan, mendongkrak pendapatan berulang (recurring income), mengoptimalkan profitabilitas, serta memperkokoh posisi keuangan guna menciptakan nilai jangka panjang yang optimal bagi seluruh pemegang saham.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement