sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bidik Kenaikan Laba, GRPM Bersiap Ekspansi Bisnis AMDK di 2026

Market news editor Rohman Wibowo
11/05/2026 13:05 WIB
Emiten distributor resmi Coca-Cola, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) menyusun langkah ekspansi bisnis 2026 dengan bertumpu pada penguatan lini penjualan AMDK.
Bidik Kenaikan Laba, GRPM Bersiap Ekspansi Bisnis AMDK di 2026. (Foto Istimewa)
Bidik Kenaikan Laba, GRPM Bersiap Ekspansi Bisnis AMDK di 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Emiten distributor resmi Coca-Cola, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) menyusun langkah ekspansi bisnis 2026 dengan bertumpu pada penguatan lini penjualan air minum dalam kemasan (AMDK). Sektor penjualan produk AMDK ini digadang-gadang dapat mendongkrak tingkat profitabilitas perusahaan secara signifikan.

Direktur Utama GRPM Agus Susanto menjelaskan, pihaknya bakal meneruskan serangkaian langkah strategis yang sudah diterapkan pada periode sebelumnya. Hal itu mencakup penambahan varian produk maupun prinsipal, pelebaran jangkauan wilayah distribusi, penghematan beban operasional, serta menghentikan kegiatan pada titik-titik area yang secara hitungan bisnis dinilai kurang memberikan hasil maksimal.

“Pada awal tahun 2026 ini, perseroan mulai lebih memfokuskan diri kepada produk-produk yang memberikan pertumbuhan lebih baik, antara lain air mineral dalam kemasan (AMDK)," ujarnya dalam agenda paparan publik yang dilangsungkan secara virtual pada Senin (11/5/2026).

Dalam pandangan Agus, segmen bisnis AMDK mempunyai masa depan sangat cerah mengingat kemampuannya dalam menorehkan angka pertumbuhan positif, dan juga seirama dengan bergesernya preferensi masyarakat menuju pola hidup mengedepankan kesehatan.

Terkait dengan cetak biru strategi perusahaan untuk 2026, poin-poin utamanya tetap berfokus pada penambahan portofolio produk, merangkul prinsipal baru, memperluas cakupan wilayah operasional, melakukan efisiensi pengeluaran, dan menutup daerah pemasaran yang kurang produktif. 

Hingga kini, GRPM telah memiliki jaringan operasional yang merata di sejumlah kawasan, mulai dari Medan, Pekanbaru, Cirebon, Sumedang, Bandung, Purwakarta, Cianjur, Bali, sampai dengan Balikpapan.

"Menambah produk, menambah principal, perluasan area, efisiensi cost, ditambah dengan satu yaitu penutupan area-area yang tidak optimal. Jadi setelah kita melalui tahun 2025 ini, kami melihat kinerja eh cabang-cabang mana yang kurang ngangkat dan atau memberikan sumbangsih negatif kepada perseroan. Dan hal-hal itu kita akan pertimbangkan untuk ditutup, akan dibuka lagi di daerah-daerah yang lebih potensial," ujar Agus.

Sementara itu, PT Tri Usaha Jaya (TUJ) yang merupakan entitas anak perusahaan, turut mengelola jalur distribusi di beberapa wilayah di kawasan Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membentang dari Magelang, Solo, Tegal, Kudus, hingga Yogyakarta.

Sebelumnya, GRPM mencatatkan angka penjualan senilai Rp754,4 miliar sepanjang 2025. Angka ini naik 6,93 persen bila dibandingkan dengan perolehan Rp705,5 miliar sepanjag 2024.

Meski demikian, keuntungan atau laba bersih perusahaan tercatat mengalami penyusutan menjadi Rp4,36 miliar di 2025 dibandingkan setahun sebelumnya yang berada di angka Rp4,78 miliar.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement