Selanjutnya, saham tersebut akan dinilai kembali untuk berpeluang masuk ke indeks MSCI Standard pada peninjauan berikutnya, bukan otomatis tetap berada di indeks Small Cap seperti mekanisme sebelumnya.
Mirae Asset memperkirakan penurunan status CPIN berpotensi memicu arus keluar dana pasif sekitar Rp500 miliar atau setara sekitar 150 juta saham.
Apabila GOTO juga dikeluarkan dari indeks standar, tambahan outflow diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun atau sekitar 20 miliar saham.
Meski demikian, Wilbert menilai dampak tersebut relatif kecil dibandingkan dengan peningkatan kapitalisasi pasar Indonesia sepanjang Juli sehingga diperkirakan dapat diserap pasar.
Dia menambahkan, tantangan utama bagi Indonesia bukan lagi risiko keluarnya dana pasif, melainkan kapan MSCI mencabut kebijakan freeze sehingga bobot Indonesia di MSCI EM dapat kembali meningkat.