Hingga Juli, indeks MSCI Indonesia menguat sekitar 12,5 persen secara bulanan (month-to-date/MTD), berbanding terbalik dengan MSCI EM yang terkoreksi sekitar 4 persen pada periode yang sama.
Di sisi lain, arus dana asing juga menunjukkan perbaikan. Outflow asing pada Juli menyusut menjadi sekitar Rp4,1 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata arus keluar bulanan sebesar Rp12,3 triliun sepanjang semester I-2026.
Wilbert mengatakan MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia dan perubahan tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
Dia memperkirakan tidak ada saham baru yang masuk ataupun naik kelas ke indeks standar karena kebijakan pembekuan (freeze) masih berlaku.
Dengan demikian, peninjauan kali ini lebih bersifat penyesuaian komposisi indeks.