BRI Danareksa menilai kenaikan suku bunga Jepang dapat mempersempit selisih imbal hasil antara aset berdenominasi yen dan aset di negara lain, sehingga meningkatkan risiko terjadinya unwind pada strategi yen carry trade.
Dalam strategi tersebut, investor memanfaatkan biaya pendanaan yang relatif rendah dalam yen untuk berinvestasi pada aset dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk di pasar negara berkembang.
Ketika suku bunga Jepang naik dan yen berpotensi menguat, insentif untuk mempertahankan posisi tersebut dapat berkurang.
Jika investor mulai menarik dana dari aset emerging market dan mengembalikannya ke Jepang, Indonesia berpotensi merasakan dampaknya melalui tekanan terhadap aliran modal asing.
Kondisi tersebut dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun obligasi domestik, sekaligus menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.