Risiko tersebut menjadi lebih relevan karena rupiah saat ini juga menghadapi tekanan dari tingginya harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak meningkatkan kebutuhan devisa untuk impor energi sehingga dapat memperberat tekanan eksternal terhadap rupiah.
Bank Indonesia (BI) sendiri masih menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai salah satu fokus kebijakan. (Aldo Fernando)