Bersama dengan Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik panas bumi yang dioperasikan perseroan mencapai 910 MW pada akhir 2025, meningkat 2,7 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan juga berhasil menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding pada Desember 2025, yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55-60 MW.
Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu telah diselesaikan pada kuartal pertama 2026, yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.
Adapun EBITDA perseroan tercatat sebesar USD518 juta, dengan margin sebesar 85,6 persen. Per 31 Desember 2025, total aset tercatat sebesar USD3,87 miliar.
Sementara total liabilitas turun menjadi USD2,98 miliar, sehingga rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) perseroan membaik menjadi 2,36x pada akhir 2025.
(DESI ANGRIANI)