Hendra menambahkan, total kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 926 megawatt (MW) setelah berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama 2026.
Perseroan juga terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utamanya, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3.
"Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat
posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia," tutur dia.
Hingga Juni 2026, BREN mencatatkan total aset USD4,04 miliar, naik 4,5 persen dari akhir 2025 yang sebesar USD3,8 miliar.
Total liabilitas juga meningkat 3,8 persen menjadi USD3,09 miliar dan ekuitas naik 7 persen menjadi USD945 juta.
(DESI ANGRIANI)