IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) meraup laba bersih konsolidasian sebesar USD106 juta di semester I-2026.
Laba tersebut meningkat 29 persen dari USD82 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perseroan kembali membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin mempertahankan kinerja pembangkitan yang kuat sepanjang periode," kata CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/7/2026).
Sejalan dengan kenaikan laba, pendapatan perseroan juga meningkat 11,5 persen menjadi USD334 juta didorong oleh peningkatan penjualan listrik dari portofolio panas bumi maupun angin.
EBITDA meningkat 13,1 persen menjadi USD293 juta, dengan marjin EBITDA meningkat menjadi 87,6 persen dari 86,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Hendra menambahkan, total kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 926 megawatt (MW) setelah berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal pertama 2026.
Perseroan juga terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utamanya, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3.
"Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek ekspansi yang telah direncanakan serta semakin memperkuat
posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terdepan di Indonesia," tutur dia.
Hingga Juni 2026, BREN mencatatkan total aset USD4,04 miliar, naik 4,5 persen dari akhir 2025 yang sebesar USD3,8 miliar.
Total liabilitas juga meningkat 3,8 persen menjadi USD3,09 miliar dan ekuitas naik 7 persen menjadi USD945 juta.
(DESI ANGRIANI)