IDXChannel - Menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan, para investor saham bersiap menghadapi sebuah langkah yang kemungkinan dapat mengancam reli pasar saham Amerika Serikat (AS) yakni potensi kenaikan suku bunga.
Apalagi saat ini, pasar saham AS mulai menunjukkan kerentanan akibat kenaikan imbal hasil obligasi.
Dilansir dari Reuters, Minggu (13/9/2026), selama bertahun-tahun, inflasi terus berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen, dan kenaikan suku bunga merupakan instrumen utama yang secara historis digunakan bank sentral untuk meredam laju harga.
Setelah pidato Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, bulan lalu yang dinilai bernada hawkish, spekulasi pasar meningkat bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu, saat pertemuan dua hari tersebut berakhir. Namun, sebagian investor masih meragukan apakah bank sentral yang sejauh ini mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang 2026 akan benar-benar mengambil langkah tersebut.