Pada 2026, segmen lain-lain ini ditargetkan berkontribusi Rp1,50 triliun atau setara 15 persen dari total target prapenjualan 2026.
Dengan menggabungkan kontribusi ketiga segmen di atas terutama proyek-proyek yang berasal dari BSD City, diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap keseluruhan target prapenjualan 2026, melalui penjualan produk yang sedang berjalan maupun peluncuran produk baru.
“BSDE terus mengembangkan BSD City sebagai kawasan perkotaan mandiri bernilai tinggi dengan menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang hijau dan modern," katanya.
Selain itu, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), entitas anak BSDE diproyeksikan berkontribusi sekitar 3,5 persen dari total target prapenjualan 2026. Kontribusi tersebut diproyeksikan berasal dari tiga proyek utama SMDM, yaitu Rancamaya, Royal Tajur dan Harvest City.
Hermawan menyampaikan, manajemen memandang prospek industri properti 2026 tetap kondusif, didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, antara lain perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100 persen.
“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami Royal Key akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan. Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” ujar Hermawan.
(Dhera Arizona)