Sejak IPO pada 2021, Bukalapak telah melakukan transformasi besar-besaran pada bisnisnya. Bermula dari bisnis e-commerce, perseroan telah menghentikan seluruh bisnis tersebut baik lewat aplikasi maupun situs web dan kini fokus mengembangkan empat segmen bisnis: Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel.
“Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan bahwa setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat” ujarnya Corporate Secretary PT Bukalapak.com Tbk, Cut Fika Lutfi.
Bukalapak mengklaim proses transformasi bisnis tersebut telah menghasilkan peningkatan kinerja keuangan. Sepanjang 2025, Bukalapak mencetak pendapatan Rp6,5 triliun, tumbuh 46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp4,5 triliun.
Momentum positif tersebut berlanjut pada awal 2026 di mana pada kuartal I, pendapatan Bukalapak mencapai Rp2,4 triliun atau tumbuh 63 persen. Selain itu, EBITDA yang Disesuaikan juga positif Rp4 miliar di periode yang sama untuk pertama kalinya sejak perusahaan berdiri.
(Rahmat Fiansyah)