Rencana buyback tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 24 Juni 2026.
Selain agenda pembelian kembali saham, perseroan juga akan meminta persetujuan terkait rencana pengurangan modal dalam RUPSLB tersebut.
Adapun saham treasuri yang saat ini dimiliki perseroan berpotensi dialihkan untuk pelaksanaan pengurangan modal tersebut. Jumlah saham treasuri DOID saat ini mencapai 293.837.700 saham dengan nilai keseluruhan sekitar Rp14,69 miliar.
Perseroan meyakini pelaksanaan buyback maupun pengurangan modal tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan perusahaan.
“Perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, pengembangan usaha, kegiatan operasional serta transaksi,” tulis manajemen.