sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BUMN Kontribusi 30 Persen Kapitalisasi Pasar, Danantara Dukung Demutualisasi Bursa

Market news editor Anggie Ariesta
30/01/2026 15:13 WIB
CEO Danantara menyatakan dukungan penuh Danantara terhadap rencana demutualisasi. Terutama dengan besarnya pengaruh BUMN di pasar modal.
BUMN Kontribusi 30 Persen Kapitalisasi Pasar, Danantara Dukung Demutualisasi Bursa. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)
BUMN Kontribusi 30 Persen Kapitalisasi Pasar, Danantara Dukung Demutualisasi Bursa. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan peran strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjaga stabilitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

Rosan mengungkapkan kekuatan ekonomi negara melalui perusahaan pelat merah merupakan tulang punggung utama bursa domestik saat ini. Ia menyoroti besarnya pengaruh BUMN terhadap nilai pasar secara keseluruhan.

"Kita lihat banyak perusahaan BUMN kita ini yang sudah listing di public, dan kalau itu kita lihat lebih dalam lagi, hampir 30 persen dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ujar Rosan di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026)

Sejalan dengan visi penguatan tata kelola, Rosan menyatakan dukungan penuh Danantara terhadap rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dinilai akan membawa bursa Indonesia setara dengan standar global, di mana lembaga pengelola investasi negara (Sovereign Wealth Fund) seringkali memiliki peran strategis dalam ekosistem bursa.

Rosan menekankan bahwa Danantara sangat terbuka untuk menjadi bagian dari struktur baru bursa tersebut guna meningkatkan kedalaman pasar.

"Tentunya dengan adanya program demutualisasi ini yang akan diakselerasi, kita juga tentunya terbuka dan seperti baik di negara-negara lain, banyak sovereign wealth fund juga menjadi bagian dari bursa itu," tambah Rosan.

Adapun pernyataan Rosan ini memperkuat arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya yang menekankan pentingnya memangkas konflik kepentingan di tubuh pengelola bursa. Airlangga menyebut bahwa reformasi ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Rosan mengamini pandangan tersebut dengan menyatakan bahwa keterbukaan merupakan kunci utama masa depan bursa yang lebih baik.

"Tadi kita juga bicara kita juga akan terbuka, nanti mungkin bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif, yang memang yang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam, dan memberikan transparansi yang lebih meningkat," kata Rosan.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement