"Tentunya dengan adanya program demutualisasi ini yang akan diakselerasi, kita juga tentunya terbuka dan seperti baik di negara-negara lain, banyak sovereign wealth fund juga menjadi bagian dari bursa itu," tambah Rosan.
Adapun pernyataan Rosan ini memperkuat arahan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya yang menekankan pentingnya memangkas konflik kepentingan di tubuh pengelola bursa. Airlangga menyebut bahwa reformasi ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Rosan mengamini pandangan tersebut dengan menyatakan bahwa keterbukaan merupakan kunci utama masa depan bursa yang lebih baik.
"Tadi kita juga bicara kita juga akan terbuka, nanti mungkin bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif, yang memang yang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam, dan memberikan transparansi yang lebih meningkat," kata Rosan.
(Febrina Ratna Iskana)