sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BUMN Sumbang 30 Persen Market Cap BEI, CEO Danantara Dorong Bursa Lebih Transparan

Market news editor Tangguh Yudha
30/01/2026 13:44 WIB
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, kontribusi BBUMN terhadap kapitalisasi pasar modal di BEI mencapai hampir 30 persen.
BUMN Sumbang 30 Persen Market Cap BEI, CEO Danantara Dorong Bursa Lebih Transparan. (Foto Tangguh/IMG)
BUMN Sumbang 30 Persen Market Cap BEI, CEO Danantara Dorong Bursa Lebih Transparan. (Foto Tangguh/IMG)

IDXChannel - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai hampir 30 persen.

Menurutnya, dengan besarnya porsi tersebut membuat Danantara memiliki kepentingan strategis untuk mendorong penguatan tata kelola dan transparansi pasar modal nasional.

Rosan menuturkan, banyak perusahaan BUMN yang telah melantai di bursa, sehingga kredibilitas dan kualitas pengelolaan bursa menjadi faktor penting bagi keberlanjutan investasi.

"Kalau kita lihat banyak perusahaan BUMN kita ini yang sudah listing di public. Dan kalau kita lihat lebih dalam lagi hampir 30 persen dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dengan kondisi tersebut, Rosan menekankan pentingnya mendorong bursa saham agar semakin transparan dan terbuka, sekaligus menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good governance, sebagaimana selalu ditekankan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Jadi ya kita juga ingin mendorong agar bursa kita ini menjadi lebih transparan, lebih terbuka, dan selalu menjunjung tinggi tata kelola, governance yang baik yang harus kita selalu tingkatkan secara transparan," kata Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan, Danantara akan mengakselerasi program demutualisasi bursa sebagai bagian dari upaya reformasi struktural pasar modal.

Selain itu, Danantara juga terbuka terhadap penerapan praktik global, termasuk pemanfaatan platform digital dan perangkat lunak daring yang telah banyak digunakan di berbagai negara.

"Jadi kita Danantara tentunya adanya program demutilisasi ini yang akan diakselerasi, kita juga tentunya terbuka dan banyak seperti di negara-negara lain, banyak software platform online juga menjadi bagian dari bursa itu," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga membuka ruang dialog dengan tim-tim di bursa untuk memastikan langkah tersebut dipahami sebagai upaya positif demi masa depan pasar modal Indonesia.

"Dan tadi sudah juga bicara kita juga akan terbuka tim-tim bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif yang memang yang perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam, dan memberikan transparansi yang lebih meningkat," ujar Rosan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement