Kenaikan harga energi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan meningkat, meskipun data inflasi konsumen AS pekan lalu menunjukkan perlambatan yang lebih baik dari perkiraan.
Pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga sekitar 29 basis poin hingga akhir tahun. Kontrak berjangka bahkan mencerminkan peluang sekitar 60 persen bagi kenaikan suku bunga pada September.
"Proyeksi kami masih mengarah pada kenaikan suku bunga The Fed yang lebih bertahap pada 2027, tetapi keseimbangan risikonya kini bergeser ke arah kenaikan yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," kata Kepala Ekonom JPMorgan, Bruce Kasman, dikutip Reuters.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun kembali menembus level psikologis 5 persen.
Kenaikan yield biasanya membuat aset obligasi lebih menarik dibandingkan saham sekaligus meningkatkan tekanan terhadap valuasi perusahaan, terutama sektor teknologi.