IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung melemah pada Jumat (13/2/2026), terseret aksi ambil untung dan mengikuti koreksi tajam di Wall Street semalam.
Indeks Nikkei 225 turun 0,75 persen, sementara indeks yang lebih luas TOPIX melemah 0,91 persen ke 3.855 pada Jumat, turun dari level rekor dan mengikuti pelemahan Wall Street di tengah kekhawatiran baru terkait kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Trading Economics, SoftBank Group, yang kerap dipandang sebagai barometer AI di Jepang, anjlok lebih dari 5 persen meski kembali mencetak laba kuartalan berkat keuntungan valuasi terkait OpenAI.
Perusahaan teknologi SDM Recruit Holdings dan konglomerat industri Hitachi masing-masing turun 7 persen dan 4 persen.
Sebaliknya, Kioxia Holdings melonjak 12 persen setelah membukukan kinerja kuartalan yang kuat, ditopang reli harga NAND yang didorong AI.
Meski terkoreksi pada Jumat, indeks acuan Jepang masih berada di jalur penguatan mingguan, didukung optimisme bahwa agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menopang pertumbuhan domestik tanpa menggerus posisi fiskal Jepang.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 merosot lebih dari 1 persen ke sekitar 8.917 pada perdagangan Jumat pagi, memutus reli dua hari dan mengikuti pelemahan Wall Street semalam, seiring kekhawatiran baru atas dampak AI yang menekan sentimen.
Sektor-sektor yang dinilai rentan terhadap disrupsi AI berada dalam tekanan, karena berbagai alat baru berpotensi mereplikasi sebagian model bisnis mereka atau menekan margin laba.
Saham teknologi Negeri Kanguru memimpin penurunan, merosot 5 persen ke level terendah dua tahun. Perusahaan perangkat lunak Wisetech Global anjlok hampir 14 persen ke posisi terendah sejak Juli 2022.
Shanghai Composite juga tergerus 0,28 persen, Hang Seng Hong Kong minus 1,53 persen, dan STI Singapura terkoreksi 1,22 persen.
Berbeda dengan bursa Asia lainnya, indeks acuan KOSPI Korea Selatan justru naik 0,48 persen, melanjutkan penguatan di dekat level rekor, ditopang kinerja solid sektor semikonduktor serta tanda-tanda pemulihan ekonomi.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan menyatakan bahwa perbaikan permintaan domestik, termasuk belanja konsumen, serta ekspor yang kuat dipimpin sektor semikonduktor, telah menjaga pemulihan ekonomi selama lima bulan berturut-turut.
Wall Street Jatuh
Di Wall Street, indeks-indeks utama melemah pada Kamis karena saham teknologi tergelincir dan investor bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun.
Kepercayaan investor bulan ini terguncang oleh serangkaian aksi jual di sejumlah kelompok saham, termasuk perangkat lunak, di tengah kekhawatiran potensi AI mendisrupsi sejumlah industri.
Laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Rabu mengikis ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve (The Fed).
Pada Kamis, data menunjukkan klaim baru tunjangan pengangguran AS turun, namun tidak sebesar yang diperkirakan pekan lalu.
Sebelum laporan tenaga kerja tersebut, ekspektasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang untuk memangkas suku bunga sempat meningkat.
Investor kini mencermati rangkaian data pekan ini dan menimbang langkah The Fed berikutnya, dengan indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Jumat menjadi data kunci selanjutnya.
CEO dan CIO Infrastructure Capital Advisors di New York, Jay Hatfield, mengatakan, "Argumen bullish bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada dasarnya bertumpu pada gambaran ketenagakerjaan yang lemah, sehingga argumen itu kini tertantang."
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,34 persen. S&P 500 melemah 1,57 persen dan Nasdaq Composite merosot 2,04 persen. (Aldo Fernando)