IDXChannel – Sorotan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengenai tingginya rasio price to earnings (PER) di sejumlah saham kembali mengemuka.
Dalam forum China Conference Southeast Asia 2026, ia menyinggung adanya saham dengan valuasi ratusan hingga ribuan kali, yang dinilai tidak lazim bila tak ditopang fundamental kuat.
"Rupanya, ada saham dengan rasio price to earnings (PER) 167, satu lagi 300, satu lagi 1.200 kali, dan satu lagi 4.000 kali," kata Hashim, dikutip dari Antara, Selasa (10/2/2026).
Selain itu, dalam forum tersebut Hashim juga menyoroti keberadaan saham gorengan di bursa domestik yang dinilai tidak wajar.
Ia menjelaskan, istilah tersebut merujuk pada saham yang harganya naik secara tidak normal dan diduga dipengaruhi manipulasi pergerakan harga.