Meski demikian, Hashim menegaskan fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kuat. Ia menyatakan pemerintah tetap optimistis terhadap prospek perekonomian nasional ke depan.
Sebagai informasi, PER atau price to earnings ratio merupakan rasio yang membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham (earning per share/EPS).
Secara sederhana, PER menunjukkan berapa kali investor membayar harga saham terhadap setiap satu rupiah laba yang dihasilkan perusahaan.
Semakin tinggi PER, semakin mahal valuasi saham tersebut dibandingkan labanya.
Namun, PER tinggi bisa mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang besar; atau sebaliknya, laba yang sangat kecil sehingga membuat rasionya melonjak ekstrem.
Data pasar menunjukkan, sejumlah emiten memang mencatat PER yang sangat tinggi, bahkan menembus puluhan ribu kali.