Harga minyak yang lebih tinggi dan meningkatnya ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali meningkat.
Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi pasar obligasi, terutama setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memberi sinyal bahwa bank sentral dapat kembali mengetatkan kebijakan apabila tekanan harga tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. (Aldo Fernando)