Militer AS pada Rabu melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran atas perintah Presiden Donald Trump.
Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai serangan tambahan untuk membela diri sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang berkelanjutan.
Ketegangan kedua negara terus meningkat setelah pada awal pekan ini Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz, yang kemudian dibalas Washington dengan serangkaian serangan terhadap fasilitas radar dan pertahanan udara Iran.
Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy Jorge Leon mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah eskalasi terbaru ini akan berkembang menjadi konflik yang lebih luas atau hanya episode ketegangan yang masih dapat dikendalikan.