IDXChannel - Bursa saham Asia melemah pada Jumat (24/7/2026) seiring melonjaknya harga minyak mentah hingga kembali menembus level USD100 per barel.
Investor khawatir kenaikan harga energi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah akan kembali mendorong inflasi global dan mempersulit langkah bank sentral memangkas suku bunga.
Minyak mentah Brent bertahan di kisaran USD100,85 per barel setelah sehari sebelumnya melonjak sekitar 7 persen dan sempat menyentuh USD102 per barel, level tertinggi dalam dua bulan terakhir.
Kenaikan tersebut dipicu serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal tanker Saudi di Laut Merah.
Insiden itu memperburuk gangguan pasokan minyak global yang sebelumnya sudah tertekan akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.