IDXChannel - Bursa saham Asia kembali tertekan pada Rabu (21/6/2026), mengikuti aksi jual di Wall Street semalam setelah retorika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian agresif terkait Greenland menekan sentimen risiko global.
Menurut data pasar, pukul 09.33 WIB, Indeks Nikkei 225 melemah 0,65 persen, turun lima hari berturut-turut, sementara indeks Topix yang lebih luas merosot 0,89 persen.
Di dalam Negeri Sakura, melansir dari Reuters, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengimbau pasar agar tetap tenang setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) melonjak di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal, seiring wacana pemangkasan pajak penjualan sebesar 8 persen untuk bahan pangan.
Investor juga bersiap menghadapi kemungkinan pemilu kilat pada 8 Februari, karena Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berupaya mengonsolidasikan kekuasaan sekaligus mendorong agenda fiskal yang lebih ekspansif.
Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) secara luas diperkirakan mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan pada pertemuan akhir pekan ini.