Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting perdagangan energi global.
Analis Pasar Senior di XS.com Antonio Di Giacomo mengatakan, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.
“Pembukaan kembali jalur ini secara penuh akan mengurangi kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan dan meningkatkan prospek stabilitas pasar energi global,” ujar Di Giacomo.
Meredanya ketegangan geopolitik membuat harga minyak turun tajam. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman terdekat turun 4,8 persen menjadi USD80,81 per barel.
Sementara harga minyak Brent terkoreksi 4,1 persen menjadi USD83,75 per barel, berdasarkan data ICE.