Indeks Nikkei 225 melonjak 4,67 persen ke 56.785. Dari 225 saham anggota indeks, 197 menguat sementara sisanya melemah, mencerminkan reli yang sangat merata. Indeks Topix yang lebih luas naik hingga 2,34 persen, usai sempat menembus rekor 3.825,67.
“Pasar melihat momentum yang lebih besar bagi agenda kebijakan Perdana Menteri Takaichi, terutama kebijakan fiskalnya,” kata Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute, Shingo Ide.
“Ini bukan sekadar pemerintahan yang stabil, yang mulai terlihat adalah prospek pemerintahan jangka panjang,” imbuh dia.
Meski demikian, Ide menilai kenaikan Nikkei tidak akan berlanjut secepat ini.
“Jika langsung melesat ke 60.000, itu agak berlebihan,” ujarnya, seraya menambahkan indeks tersebut pada akhirnya berpotensi konsolidasi di kisaran 56.000.
Di Korea Selatan, indeks acuan KOSPI naik 4,44 persen ke atas level 5.315 pada Senin, bangkit dari pelemahan pekan lalu dan kembali mendekati rekor tertinggi seiring kembalinya minat investor pada aset berisiko setelah aksi jual tajam yang dipimpin saham teknologi.