Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap lonjakan harga minyak akibat konflik AS-Iran yang dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya produksi bagi ekonomi Korea Selatan yang bergantung pada energi impor.
Di kawasan lain, pasar saham Australia melemah, dengan indeks utama turun 0,4 persen atau 32 poin ke 8.917, melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut. Tekanan datang dari penurunan tajam kontrak berjangka saham AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sementara itu, indeks saham China dan Hong Kong bergerak positif. Shanghai Composite naik 0,52 persen dan Hang Seng Index menguat 0,55 persen. Sebaliknya, Straits Times Index di Singapura turun tipis 0,13 persen. (Aldo Fernando)