sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Mereda di Tengah Harapan Gencatan Senjata Iran-AS

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
21/07/2026 09:27 WIB
Bursa saham Asia menguat pada Selasa (21/7/2026), seiring meredanya harga minyak dari level tertinggi dalam satu bulan.
Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Mereda di Tengah Harapan Gencatan Senjata Iran-AS. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Mereda di Tengah Harapan Gencatan Senjata Iran-AS. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada Selasa (21/7/2026), seiring meredanya harga minyak dari level tertinggi dalam satu bulan setelah muncul upaya mediasi di Timur Tengah.

Di saat yang sama, investor bersiap menghadapi musim laporan keuangan perusahaan yang diperkirakan menjadi ujian bagi reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mulai mendapat tekanan.

Melansir dari Reuters, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Langkah tersebut berpotensi semakin mengganggu pasokan energi di tengah saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, meski berbagai upaya terus dilakukan untuk menghidupkan kembali gencatan senjata yang masih rapuh.

Harga minyak mentah Brent turun 0,38 persen menjadi USD88,88 per barel pada awal perdagangan Selasa.

Pelaku pasar menyambut positif harapan tercapainya penyelesaian konflik. Pada sesi sebelumnya, Brent sempat menyentuh USD91,42 per barel, level tertinggi sejak pertengahan Juni.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin, Teheran telah menerima usulan dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari.

Langkah tersebut ditujukan sebagai jalan menuju kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

"Saya pikir situasinya sangat tidak biasa karena investor masih mencoba melihat keadaan dari sisi yang lebih optimistis. Mereka pernah menghadapi situasi serupa beberapa bulan lalu dan berharap hasilnya akan sama," kata Kepala Strategi Pasar ATFX Global di Sydney, Nick Twidale, dikutip Reuters.

Menurut Twidale, kekhawatiran bahwa konflik dapat semakin tidak terkendali dan meluas di kawasan terus meningkat.

"Saya rasa kita hanya membutuhkan satu pemicu yang membuat situasi meledak, lalu semuanya bisa bergerak sangat cepat," ujarnya.

Di pasar saham, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,25 persen setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut.

Indeks Nikkei Jepang menguat lebih dari 1 persen, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 3 persen.

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak sedikit lebih tinggi, sedangkan futures saham Eropa turun 0,6 persen pada awal perdagangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasar saham global, terutama saham-saham produsen chip, mengalami volatilitas tinggi. Investor mencemaskan valuasi yang sudah mahal, perlambatan pertumbuhan laba, serta mempertanyakan apakah investasi besar-besaran pada infrastruktur AI benar-benar akan menghasilkan keuntungan yang nyata. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement