"Saya rasa kita hanya membutuhkan satu pemicu yang membuat situasi meledak, lalu semuanya bisa bergerak sangat cepat," ujarnya.
Di pasar saham, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,25 persen setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut.
Indeks Nikkei Jepang menguat lebih dari 1 persen, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melonjak hampir 3 persen.
Sementara itu, kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak sedikit lebih tinggi, sedangkan futures saham Eropa turun 0,6 persen pada awal perdagangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasar saham global, terutama saham-saham produsen chip, mengalami volatilitas tinggi. Investor mencemaskan valuasi yang sudah mahal, perlambatan pertumbuhan laba, serta mempertanyakan apakah investasi besar-besaran pada infrastruktur AI benar-benar akan menghasilkan keuntungan yang nyata. (Aldo Fernando)