Pelaku pasar juga menantikan pidato Gubernur The Fed Christopher Waller.
Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada bulan ini.
“Jika perang ini dapat diakhiri, tentu itu akan menjadi perkembangan yang sangat positif untuk menurunkan yield secara keseluruhan,” kata Senior Markets Strategist NAB, dalam sebuah podcast, Gavin Friend, dikutip Reuters.
Menurut dia, berakhirnya konflik akan mengurangi berbagai tekanan sehingga bank-bank sentral dapat kembali memusatkan perhatian pada pertimbangan kebijakan moneter yang lebih normal.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS turun 0,05 persen menjadi 99,54. Euro naik tipis 0,02 persen ke USD1,1589, sedangkan yen menguat 0,07 persen menjadi 158,59 per dolar AS setelah melonjak 0,9 persen pada perdagangan sebelumnya.
Investor juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah setelah AS dan Iran kembali melancarkan serangan terbesar sejak Juli. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan dan berpotensi mengganggu pasokan energi global.