Nilai tukar dolar AS juga berada di level 160,19 yen, dibandingkan 159,94 yen pada penutupan perdagangan Tokyo sehari sebelumnya.
Tekanan serupa terjadi di Korea Selatan. Indeks KOSPI anjlok lebih dari 3 persen ke kisaran 6.630, berbalik melemah setelah menguat pada perdagangan sebelumnya.
Meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran telah mendorong harga minyak melonjak. Minyak mentah Brent menembus USD95 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik di atas USD90 per barel.
Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan biaya energi dan inflasi, terutama di tengah risiko terganggunya arus minyak melalui Selat Hormuz.
Sentimen pasar juga dibebani kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mencapai level tertinggi sejak Januari 2025. Kondisi ini menambah tekanan terhadap saham, terutama sektor teknologi.