sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Naik di Perdagangan Perdana 2026, Pasar China dan Jepang Masih Libur

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
02/01/2026 10:12 WIB
Bursa saham Asia cenderung menguat di hari pertama perdagangan 2026, Jumat (2/1/2026).
Bursa Asia Naik di Perdagangan Perdana 2026, Pasar China dan Jepang Masih Libur. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Naik di Perdagangan Perdana 2026, Pasar China dan Jepang Masih Libur. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia cenderung menguat di hari pertama perdagangan 2026, Jumat (2/1/2026).

Indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 2,28 persen, bangkit dari pelemahan pada hari sebelumnya seiring pasar kembali dibuka setelah libur Tahun Baru.

Melansir dari Trading Economics, sentimen pasar menguat seiring lonjakan signifikan pada indeks futures Amerika Serikat (AS), menyusul kinerja solid Wall Street menjelang akhir 2025.

Meski kinerja saham AS tertinggal dibandingkan reli kuat dua tahun terakhir, capaian tahunan tetap terjaga di tengah aksi jual global yang dipicu pengumuman tarif pada April lalu.

Seluruh sektor dalam indeks Hang Seng mencatatkan penguatan, dipimpin saham teknologi, konsumer, dan properti.

Namun, laju kenaikan tertahan karena investor bersikap hati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Hong Kong untuk November yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama.

Dari saham individual, Baidu Inc. melesat lebih dari 6 persen setelah mengumumkan rencana pemisahan unit chip kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,16 pagi ini.

Pelaku pasar tetap mencermati Wall Street pada akhir Desember, sembari mengalihkan perhatian ke rilis data inflasi bulanan pekan depan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), setelah bank sentral tersebut membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini.

Saham-saham pertambangan Australia bergerak bervariasi. Emiten besar memberi sokongan terbatas, dengan BHP Group naik 0,3 persen, Rio Tinto menguat 0,5 persen, dan Fortescue Metals bertambah 0,4 persen.

Di sisi lain, saham emiten tambang emas bergerak tidak searah meski harga emas menguat. Northern Star Resources anjlok sekitar 10 persen setelah memangkas target produksi tahunan akibat gangguan operasional.

Di Korea Selatan, indeks Kospi mencetak rekor baru, menguat 1,24 persen pada Jumat, di saat pasar Asia-Pasifik membuka perdagangan tahun baru dengan pergerakan yang beragam.

Sementara, STI Singapura terkerek 0,44 persen.

Sejumlah bursa Asia masih tutup karena libur, termasuk Jepang dan China daratan. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement