Perkembangan tersebut memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan suku bunga.
Analis Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Yuta Okamoto mengatakan kenaikan tajam Nikkei pada perdagangan sebelumnya berpotensi mendorong aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Meski demikian, Okamoto menilai prospek saham domestik Jepang masih ditopang oleh ekspektasi pertumbuhan laba.
Pandangan tersebut antara lain didukung hasil survei Tankan BOJ yang menunjukkan sentimen perusahaan manufaktur besar meningkat untuk kuartal keenam berturut-turut.
Pergerakan bursa Asia lainnya juga cenderung beragam.
Hang Seng Hong Kong turun 2,68 persen dan Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,36 persen.