Sementara imbal hasil Treasury 2 tahun turun 9,6 basis poin menjadi 4,79 persen setelah sebelumnya mencapai 4,93 persen.
Penurunan imbal hasil tersebut membantu meredakan tekanan terhadap valuasi saham.
Namun, investor masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) di tengah kekhawatiran mengenai inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja AS.
Menurut MT Newswires, data Challenger Gray & Christmas menunjukkan pengumuman pemutusan hubungan kerja di AS turun ke level terendah untuk September dalam empat tahun.
Kondisi tersebut mencerminkan sikap perusahaan yang cenderung menunggu perkembangan ekonomi di tengah ketidakpastian makro.